Malam & Bintang

•December 14, 2009 • Leave a Comment

gambar dipinjam dari sini

Taukah malam penuh bintang sangat dingin?
apakah malam iri jika ada yg menikmati bintang?
mungkinkah malam tak ingin berbagi?
adakah malam bermaksud menuntut sesuatu?

Tebakanku…
malam meminta pamrih untuk indahnya kenikmataan…
malam mengingatkn sesuatu yg agung butuh pengorbanan..
malam cemburu jika ada yang ikut merasakan..

Taukah malam tanpa bintang berkabut?
apakah malam sedih kehilangan bintang?
mungkinkan malam menangis n merintih?
adakah malam bermaksud memperlihatkan sesuatu?

Tebakanku…
malam sedang memurkakan semua amarahnya..
malam ingin membagi rata segala kesepiannya..
malam berduka karena tak ada yang menemaninya..


Lembang, 2008-10-03
ivy
*biru sedang mencoba memahami malam dan bintang

Mamat berasa pintar..

•December 11, 2009 • Leave a Comment

Si Mamat karena ingin giginya kinclong bling-bling seperti iklan pepsodent mencoba memutar otaknya.Menggosok gigi setiap hari dengan pepsodent akan memakan waktu yang cukup lama sepertinya, mengingatsudah seminggu dia selalu menyikat giginya pagi, siang dan malam tapi tetap tak memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Setelah melihat sebuah iklan salah satu produk di TV, kepala Mamat yang memang sudah cukup celeng itu semakin meneleng dan terlihat berpikir keras dengan otaknya yang terbatas tersebut. Lama dia berdiam diri dalam posisi seperti itu, lalu segera senyum sumringah dipamerkannya dari deretan gigi tak rapi yang bewarna tak jelas itu. “Ahaa.. i got an idea!” seru Mamat dengan gaya yang ditirunya dari film-film di TV tersebut!

Bergegas Mamat keluar rumah dan berjalan menuju salah satu toko kelontong dekat rumahnya. Dibelinya sesuatu di toko itu lalu bergegas dia pulang dan tampang penuh kemenangan menenteng belanjaannya.Sesampainya di rumah segera dikeluarkan benda yang dibelinya tersebut, Masih dengan mata berbinar-binar dipandangnya benda tersebut, dibukanya pembungkus benda tersebut lalu dituangkan ke dalam segelas air.

“brr….brr…brr….” dikumur-kumurnya air tersebut cukup lama lalu dimuntahkannya kembali.

“Coba kita lihat hasilnya” senyum Mamat. Dengan segera Mamat mencari kaca dan meneliti efek dari benda yang baru saja dibelinya! “Sial… Mengapa tak berubah juga?” seru mamat geram. Dituangkannya lebih banyak lagi cairan tersebut ke dalam airnya dan dilakukan ritual yang sama sekali lagi., lagi dan lagi.

Setengah jam kemudian——–

Mamat teler dan menyerah dengan ekperimennya tersebut. Mukanya yang tadi bersinar-sinar berganti lesu dan dongkol. Serta ketika iklan yang tadi menginspirasinya itu muncul kembali, Mamat berang “Penipu Kau!! Putih dalam sekali bilas?!! Mana……” Teriak Mamat sambil melempar TV nya dengan botol pemutih yang sudah kosong.

Goblokkk… Kau kira aku bisa terus kau bodohi?! Aku sudah cukup pintar sekarang… “ ucap Mamat dengan penuh kebanggaan. Lalu berlalu dengan langkah gontai bak pemabuk dengan senyum bau pemutih.

gambar dari sini


“Mamat… Kau apakan TV ini?? ” teriak sebuah suara dengan nada marah dari ruang tengah


Bandung,2009-12-11

ivy

*biru terinspirasi dari ungu! memang butuh balsem untuk dicemil neh.. =b

Bermain Balon Tiup..

•December 9, 2009 • Leave a Comment

Mungkin ada baikya bermain balon-balon tiup seperti seorang bocah…
Masukkan semua amarahmu dan tiup sekuat tenaga lalu terbangkan!

mungkin ada baiknya bermain balon-balon tiup seperti seorang bocah..
menabung asamu perlahan-lahan hingga “ia” siap untuk dilantunkan bebas..

Mungkin ada baiknya bermain balon-balon tiup seperti seorang bocah..
Simpan semua kekesalanmu dan hembuskan bersama angin sore ini..

Mungkin ada baiknya bermain balon-balon tiup seperti seorang bocah..
menyimpan impianmu dengan lembut dan melambungkannya ke angkasa..

mungkin ada baiknya bermain balon-balon tiup seperti seorang bocah..
Sudutkan semua sakit hatimu dan biarkan kisut lalu tersapu semilir pagi..

gambar dari sini

“Terbang-terbang lah sayang! Bawa serta pesan dan teriakan itu pada dunia.. “


Bandung,2009-12-09 ( 11.42 pm)
ivy
* biru setelah bereksperimen dengan balon2nya tadi sore..

Mutlak

•December 9, 2009 • Leave a Comment

Kamu bilang ini melakukan keadilan?
Adil kamu adil dia?
Toh kamu tak bisa dikata merugi…

kamu bilang ini menjalankan tugas?
tugas kamu tugas dia?
Toh kamu tak kurang satu apapun..

apakah tak ada lagi toleransi di sini?

—-Semua garis adalah “mutlak” tak ada lagi “putus-putus” —-

*ada yang tidak mengerti? Kembali ke statement awal!
NB: Hanya berlaku bgi sebagian orang..

Bandung,2009-12-07 (11:32 pm)
ivy
*didedikasikan utk orang kecil dgn kasus kecil yg menjadi besar!

Ku dan waktu

•December 7, 2009 • Leave a Comment

aku tak tau perasaan apa yg berkecamuk!
Semua rasa tak bertata dan sedang mengamuk..

aku tak mengerti mana yang terlebih..
Semua asa kini mengacung ingin dipilih..

aku tak paham bagaimana harus menjalani..
Semua rencana nampak tak ter-amin-i..

Yang ku sadari..aku tak lagi seperti dulu!
Ternyata waktu memang mampu!



Bandung,2009-12-07
ivy
*biru coba menyadari..

Jika (aku) tidak mati…

•December 4, 2009 • Leave a Comment

gambar dipinjam dari sini

~Bagi sebagian orang kematian merupakan sesuatu yang sangat menakutkan, tentu saja termasuk saya. Kematian dianggap sebagai “momok” yang akan merenggut semua yang selama ini telah kita rancang dan kita bangun. Diktator yang akan merampas segala hak yang dapat kita miliki di dunia ini. Alaram pengingat bahwa waktumu telah tiba!

Sebenarnya apa sih kematian itu? Menurut kamus bahasa Indonesia kematian yang berasal dari kata dasar mati adalah tidak hidup lagi, meninggal dunia, wafat atau tutup usia. Mati berarti tak ada lagi helaan nafas, tak ada lagi gurauan iseng, tak ada lagi kemurkaan, dan tak ada lagi belaian ataupun sentuhan hangat. Tak ada lagi detakan yang sanggup memacu darah ke seluruh tubuh. Tak ada lagi perintah yang bisa terkirim dari otak untuk dapat menggerakan semua anggota tubuh. Semua terhenti dan berakhir!

Kematian pastinya akan meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan. Pastinya satu kata tak terbantah yang dihadiahi oleh kematian, “kehilangan”.  Ntah kehilangan kasih sayang, ntah kehilangan perhatian, ntah kehilangan sandaran, ntah kehilangan sumber hidup, kehilangan teman atau kehilangan separuh dari jiwa. Meninggalkan sebuah tempat kosong di hati orang-orang sekitar!

Beberapa patah kata di atas mencoba menjelaskan tentang kematian dan dampak yang mungkin akan menyertainya, tapi bukan itu yang ingin saya ungkap lebih dalam. Saya ingin membahas dampak apa yang akan terjadi seandainya hidup ini tidak berujung pada kematian, atau yang lebih dikenal dengan kata  “abadi”.

Apa kita pernah berpikir bagaimana jadinya dunia ini tanpa kematian? Apa artinya hidup ini tanpa dikejar-kejar oleh “momok” yang bernama kematian? Apa kita bisa merasakan tentang makna menjadi hidup jika kita akan terus hidup? Ini seperti petuah kuno yang pasti sering kita dengar, “kamu tidak akan pernah tau rasanya memiliki, hingga kamu benar-benar kehilangan.”

Sama halnya dengan kehidupan, kita tak akan pernah mengetahui makna dari hidup jika kita bisa tetap hidup. “Apa arti semuanya, jika kamu punya waktu yang tak terbatas untuk melakukannya?” . Batasan memang sering menyakiti, tapi terkadang tanpa batasan kita tak akan pernah mengerti harga sebuah  kebebasan.

Ini hanya pandangan seorang saya yang meyakini untuk  merasakan hidup yang utuh, kita memang harus melewati fase terakhir dari hidup yaitu mati. Sudah siapkah kita menghadapinya? Kapan nama kita akan dikumandangkan? Mengenai batasan siapa yang mendapat kehormatan pertama atau urutan kesekian, saya sungguh tidak kompeten untuk menjelaskannya. Tapi dengan mengetahui bahwa suatu saat saya juga akan dipanggil, itupun sudah memberikan kelegaan yang luar biasa bagi saya.

Tulisan ini dibuat dengan harapan kita bisa lebih menghargai kematian yang berarti menghargai hidup itu sendiri. Kematian bisa dianggap sebagai penghargaan terakhir yang kita dapatkan dari hidup. Jadi persiapkanlah diri untuk menghadiri penerimaan penghargaan ini. Jangan sampai kita “saltum” dalam perayaan tersebut.

“Bersiap-siaplah! Karena kamu tidak pernah tau kapan hadiah itu datang!”

Bandung,2009-10-25 ( 11.14 pm)

Ivy

basa basi

•December 3, 2009 • Leave a Comment

aku bisa menerima nilai yang terdegradasi
tapi tidak dengan semua basa basi

aku rindu dengan segela kejujuran yang dulu..
bukan dengan semua pemanfaatan pilu..

aku tidak munfik dalam hal ini..
aku tak lepas dari semua  ini..
tapi kadang aku butuh jedah..
karena sekarang ku mulai begah..

inspired by someone hiding in somewhere

bandung,2009-12-03
ivy

Tuhan pintaku…

•December 2, 2009 • 2 Comments

Tuhan…
aku tak meminta semua inginku jadi kenyataan..
tapi kumohon berikan aku hati..
hati yang mampu menerima apapun yang terjadi..

Tuhan..
aku tak memaksa mimpiku jadi masa depan..
tapi kupinta berikan aku kekuatan..
kekuatan untuk mampu menerima semua kejadian..

Tuhan..
aku tak memaksa semua harapku akan terwujud..
tapi kumohon berikan aku tameng..
tameng yang mampu menjagaku saat semua jadi berkeping..

Tuhan..
aku tak meminta semua mauku tak terkabul..
tapi kupinta berikan aku lilin..
lilin yang mampu menyinariku saat semua jadi kabur..

Saat semua tak sesuai ingin, mampukan aku!

gambar dari sini

Bandung,2009-11-25 ( 08.50 am )
ivy
*biru sedang memohon

is that fetish

•November 28, 2009 • Leave a Comment

tidur dengan gaunmu..
Mandi dengan sabunmu..
Minum dari cangkirmu..
makan dengan sendokmu..

Menciumi sisa rambutmu..
menggunakan lipstik merahmu..
menari dengan sepatu tinggimu..
berpelukan dengan jaket & aromamu..

Jika kau lihat, tolong bungkam!
atau kau ingin jadi kamuku selanjutnya?

gambar dari sini

Bandung,2009-11-28
ivy
*biru mempelajari satu kata baru, “Fetish” di RL

( agak GJ =b )

belajar n hujan

•November 24, 2009 • Leave a Comment

Seorang anak memaki maki ketika titik titik air membasahinya.
“Sial… hujan lagi!! Apa sih maunya hujan?? Ga bosan apa buat tanah basah?? grr….” gerutu anak itu.
“Sebenarnya bukan cuma anak itu yang memaki -maki ketika aku datang menghampiri mereka…” curhat hujan dengan sedihnya. ” Masih ada ratusan, puluhan bahkan jutaan orang di luar sana yang melakukan hal serupa malah dengan umpatan yang jauh lebih kejam dan menusuk hati! ”

Terkadang hujan ingin marah, berteriak dan memaki kembali!
“Pernahkah kau rasakan indahnya matahari tanpa aku?” bisiknya dalam emosi.
Jika sampai di titik lelahnya, sempat terpikir oleh hujan untuk pindah saja ke mars agar tak perlu selalu dibandingkan dengan matahari. Tapi hujan terlalu sayang meninggalkan sahabat-sahabatnya di bumi. Yaaa memang tak banyak yang merindukannya, tapi jumlah itu cukup sekedar membuatnya tetap bertahan di susana galau hatinya.

Ketika salah seorang sahabatnya menemani hujan di gerimis sore itu
” Menunurutmu apa yang dapat kamu pelajari dariku? hujan memecah keheningan
“hmm….ka….”

“tunggu… aku tak ingin jawaban ilmiah! “ protes hujan sebelum bocah tersebut menjawab.
“hmmmmmmmm… pertanyaan sulit! ” terawang bocah itu dalam lamunannya. Bocah itu menatap hujan lalu kembali terdiam beberapa saat.

Di antara nada alam yang diciptakan oleh air yang jatuh ke dunia itu, hujan sempat ragu telah melontarkan hal tersebut. Namun beberapa saat kemudian, dengan mata yang berbinar bocah itu berkata

“Bagiku, kamu adalah pralambang dari cuaca hatiku yang tak menentu! Kamu seperti air mataku yang tak dapa aku teteskan,sehingga bertemu denganmu selalu membuatku lega!”
Lalu bocah itu turun ke beranda rumahnya yang tak terlindungi oleh atap dan menari-nari kegirangan “Kamu seperti teman dalam tangisku! Manis dan perih yang bercampur menjadi satu!

hujan tersenyum manis mendengar jawaban sahabatnya. ” Yaaa.. karena aku selalu membantu menyamarkan tangisanmu, tangisan dia, dia dan mereka.”
Setelah jeda hening sesaat, hujan berkata “Tapi taukah kamu sebenarnya aku ingin mengajarkan satu kata pada dunia ‘penerimaan’ suara hujan menjadi begitu bijaksana.

“Airku tak dapat ditolak sehebat dan sekuat apapun kamu memakiku, menghinaku atau membenciku. Ingat itu sobat! ” tegas hujan dengan suara keras. Bocah tersebut belum pernah melihat hujan dalam keadaan begitu beremosi sebelumnya. Bocah itu sedikit mengigil dalam gerimis yang seketika berubah menjadi lebat.

Lalu hujan menambahkan “Aku juga sebagai pengingat, bahwa ada hal-hal tertentu dalam hidup yang tak bisa kamu atur sehebat apapun dirimu. Mengajarkanmu untuk bersahabat dengan semua kondisi! menjadi pembanding, itu tugasku”

“Tapi tak perlu takut sobat! Menerima bukan berarti berpasrah dan tak melakukan apapun. Siapkan jubah dan payungmu! Seperti hatimu,juga kadang butuh untuk dipayungi dari kondisi hujan.” ungkap hujan dengan senyum nakal pada bocah tersebut.

“Kamu selalu tau isi hatiku!! aku si bocah dengan senyum manis. Lalu dalam haru dan bangga dia berkata ” Tapi sungguh baru sekarang kuselami maknamu sobat! Sekarang aku akan punya pandangan lain setiap kali mengingatmu!” Terima kasih telah berbagi denganku..” ucap bocah tersebut masih dibalut haru dan biru.

Hidup tak bisa diatur, datang dan pergi tanpa bisa diduga persis seperti hujan!


gambar dipinjam dari

bandung,2009-11-22 ( 01.19 am )
ivy
*biru coba memahami makna di balik hujan

jangan (lagi) menangis!

•November 19, 2009 • Leave a Comment

gambar dari sini

Hei kamu…Apa kabar? Lama aku tak berbincang-bincang denganmu. Mungkin beberapa minggu ini aku memang terlalu sibuk dengan diriku dan duniaku, sampai terlupa aku padamu. Pertama-tama mungkin aku ingin bertanya, ada apa denganmu, sayang? Beberapa minggu belakangan ini sepertinya kamu begitu sedih! Tak berhenti air matamu mengalir setiap hari. Seakan seorang kekasih yang baru saja ditinggal pergi pujaan hatinya.

hmmm.. tidak bahkan lebih parah dari itu sepertinya! Karena minggu terahir ini sepertinya tangisanmu semakin menjadi-jadi! Bahkan tak jarang tangisan itu ditemani dengan raungan dan teriakan yang mengiris-iris hati. Bak anak kecil yang ditinggal mati oleh ibunya. Bak anak ayam yang kehilangan induknya dan tak tau harus berbuat apa selain menangis.

Apa yang kamu tangisi sayang? Tak bisakah beban itu kamu bagi padaku? Yaa..aku tak pernah bisa berjanji membantumu menyelesaikan semua masalahmu, tapi setidaknya aku janji akan mendengarkanmu. Setidaknya itu akan membuatmu lebih tenang sobat. Mungkin bisa membuat sedikitnya badaimu mereda walau masih saja tak bisa kuhentikan hujan lebat itu.

Apakah semua orang yang tak menghargaimu itu? Atau karena masih banyak orang yang sering melempari mukamu dengan lumpur lalu berlagak membersihkannya? Atau karena masih banyak teman-teman kecilmu yang terlantar dan tak pernah diperhatikan, padahal mereka lah yang selalu menjaga dan merawatmu selama ini? atau orang-orang yang sibuk berkoar-koar di pinggir jalan tapi tak pernah membuat satu tindakan berartipun untukmu?

maaf, untuk itu aku tak bisa berbuat banyak sayang! Satu yang kupastikan.. aku adalah orang yang selalu mengagumimu! Aku selalu bahagia berada di sisimu! Aku menikmati sendunya hatimu dan tenangnya tutur katamu. Aku selalu tergila-gila pada keindahanmu yang memberikan banyak inspirasi bukan hanya bagiku, tapi juga bagi pujangga-pujangga lainnya. Kamu selalu menjadi persinggahan yang nyaman bagiku!

Jangan menangis lagi sayang! Satu hal dari banyak hal lainnya yang kusukai tentangmu! Cuacamu yang begitu sejuk dan bersahabat! Melihatmu seperti seorang sabahat lama dengan senyum khas dan kedua lengan terulur ke depan. Begitu menghangatkan bahkan dalam kondisi hujan sekalipun.

Kumohon kembali lah seperti dulu! Kamu yang selalu menyambutku penuh senyum berarti dalam gerimis sore itu!
Kamu yang selalu mendekapku erat dalam indahnya langit malam itu! kamu yang selalu mengkumandangkan nyanyian indah dalam kabut dan kicauan burung pagi itu! Kamu yang sendu dan selalu membuatku nyaman dalam teriknya surya siang itu! Jadilah segelas teh hangat yang selalu kucari di cuaca dingin seperti ini!


Bandung,2009-11-19 ( 00.05 am )
ivy
*teruntuk kamu yang sedang bersedih! kembali ceria kupohon!

Gagu..

•November 16, 2009 • Leave a Comment

Tak mengerti aku melihat kau! Apa mau mu? Bicara tidak, memaki tidak, menangispun kau tidak! Apa maumu sebenarnya? Apa tak cukup kau bikin bingung mamak mu ini? Apa perlu kau bikin semua orang bertanya-tanya tentang kau? Pusing aku sama kau! Bicara tidak..memaki tidak..menangispun kau tidak! Apa hilang sudah suaramu itu? Akhh.. jangan kau lihat aku dengan pandangan memelas seperti itu! Muak aku…

Dalam batin dia berkata! Akupun muak dengan keadaan ini. Tak perlu kau perjelas apa yang sedang kurasakan.Kalau ku tau apa yang terjadi, untuk apa aku repot-repot meminta bantuan semua orang mencari tau? Bodoh kali kau..

Hanya harga dirinya terlalu tinggi untuk mengeluarkan kata-kata. Dia memilih untuk diam! Menang dalam diam. Mungkin memang terlihat seperti pengecut! Tapi jangan pernah menunjukku hingga kau rasakan sendiri bagaimana hidup dalam gagu! Gagu dengan air mata yang mengering…

Bandung,2009-11-15 ( 11.01 pm )
ivy
*biru sedang mengarang indah..