CaraMu unik..
•February 7, 2010 • Leave a CommentCiri-ciri WN
•February 3, 2010 • Leave a CommentAda yang menganjal di sini..
•January 31, 2010 • Leave a CommentRindu ntah berantah..
•January 29, 2010 • Leave a CommentAku merindukan sesuatu yang sampai sekarangpun bentuknya tak dapat kudefinisikan dengan jelas…
Aku merindukan sesuatu yang sampai sekarangpun belum bisa kuyakini bahwa itu nyata…
aku merindukan sesuatu yang sampai sekarangpun tempatnya tak dapat kujelaskan dengan tepat
aku merindukan sesuatu yang sampai sekarangpun keasliannya masih tak bisa kupastikan..
akh…dan sekarang aku mulai lelah merindukannya!
Jadi kututup saja dengan kata favoritku untuk semua jawaban pertanyaan itu
“ntahhh….”
Bandung,2010-01-29 ( 2.05 am)
ivy
*biru sedang diselimuti pilu dalam kantuk dan ketakjelasan yg membuncah,,
Aku lembam nona!
•January 24, 2010 • Leave a CommentNona apa kabarmu? Belum sebulan aku berbincang denganmu, sekarang lagi-lagi aku mencarimu. Bandung selalu berawan beberapa mgu terakhir ini nona. Hujan selalu menyirami setiap insan di sini. Jika bukan pagi maka malam, yang pasti jarang sekali hari terlewati tanpa tetesan air mata dari langit. Seakan sama dengan suasana hatiku yang begitu lembam dan mendung akhir-akhir ini.
Sebenarnya aku sendiri tak yakin apa yang mempengaruhi apa! Cuaca yang mempengaruhi cuaca hatiku? atau cuaca hatiku yang membuat semua ini terlihat begitu menye-menye? akh..ntah! Aku sendiri tak tau bagaimana menjelaskannya, yang pasti ini terjadi dan dirasakan saat ini. Dingin, kosong dan lembam!
Aku bingung nona! sangat bingung… Karena aku sendiri tak tau mengapa tiba-tiba semua rasa ini berujung pada ketakmampuanku untuk memahaminya? Hingga tiba di saat aku lelah untuk coba memahaminya dan ingin berdiam diri sejenak dan berharap kan ada cahaya terang menuntunku. Walau ternyata lembam inipun tak membuatku menemukan apa-apa, hanya membuat semua terasa lebih sulit dibanding sebelumnya! huff…
Sekarang aku malah tenggelam dalam semua kelembaman dan kemalasanku sendiri. Hanya berdiam diri dan tak melakukan satu tindakan bearti apapun. Kadang aku bertanya-tanya pada diriku, apa selama ini aku tak cukup lebar membuka mata dan pikiranku? Apa selama ini aku sendiri yang menjauhkan semua hadiah beharga Tuhan untukku dengan segala keegoisanku yang sering kulabeli dengan idealisme itu?
Nona…nona…bantu aku yang semakin tenggelam ini!
bandung,2010-01-24 ( 1.24 am)
ivy
*biru dlam ketakjelasan dan kelembamannya, bahkan utk menuliskn ini sekalipun..
Mouse biru kecil
•January 17, 2010 • Leave a CommentMouse itu tergeletak begitu saja di sana. Bewarna biru dan sangat pas untuk digenggam di tangan, ya walau sebenarnya tak bisa juga kukatakan pas.Karena ternyata tanganku sedikit kebesaran untuk ukuran mouse yang kecil ini. Itu adalah salah satu benda kesayangan Anne yang pasti tak pernah lupa dibawanya bersama laptop kesayangannya yang juga sewarna dengan mouse itu.
hmmm… Masih bisa kuingat 2 tahun yang lalu ketika kudengar suara Anne yang begitu ceriwis di telpon. “Cha..temenin aku beli laptop ya!” . Dia terdengar begitu ceria dan berbunga-bunga serta kutebak pastinya senyum tak henti menghiasi raut mukanya sepanjang hari itu. Hari di mana si mouse kecil biru ini menjadi miliknya sebagai paket pelengkap yang juga akhirnya begitu disayanginya.
Lalu hari-hari selanjutnya tak perlu kupaparkan sebenarnya, mereka bertambah dekat dan semakin dekat. Hingga akhirnya tak satu haripun, Anne akan melewatkan harinya tanpa laptop dan si mouse kecil birunya. Sekarang kamu tergeletak begitu saja di sana! Agh.. membuat hatiku berrtambah miris memandangnya. Di manakah pemilikmu? kumohon ceritakan padaku! Atau setidaknya bisikan hal itu padaku…
Bandung, 2010-01-16 ( 4.53 pm )
ivy
*biru dengan si mouse biru yg ditemukan di dalam kaos kaki Andikha di RL. hihihi…
cukup,terima kasih..
•January 14, 2010 • Leave a CommentHari ini teramat sangat dingin..
tapi,
aku sempat melihat langit biru yang kuingin..
terima kasih..
Bandung,2010-01-14 ( 7.42 pm)
*biru setelah kuyup bercinta dengan hujan
(Tak) harus tersenyum..
•January 7, 2010 • 5 CommentsJangan katakan kau tak apa-apa sobat! Karena matamu berkata lain.. Aku cukup tau hatimu dan tempatmu untuk dapat mengerti ke(tak)apa-apaan mu tersebut sebagai sesuatu yang jauh lebih mengerikan ketimbang ketika kau berkata lantang ada yang tak benar dengan hidupmu. Karena aku tak menampik, akupun melakukan hal yang sama denganmu. Jelas aku mengerti dengan sangat keadaan pelik (tak) apa-apa versimu itu.
Jangan tersenyum getir padaku seolah kamu kuat dan mampu menjalani semuanya. Ya semuanya memang harus dijalani, dengan atau tanpa pengakuan kesanggupanmu melewatinya.Tapi tak ada salahnya kamu mengakui padaku bahwa kamu ragu dan takut untuk menjalankan semuanya. Toh.. buatku dengan atau tanpa pengakuanmu aku telah mengetahuinya. Ini untukmu, ketika kamu berani menyuarakannya, kamu akan lebih tegar dan tabah dalam melewatinya.
Aku memang tak pernah bisa berjanji membantumu menemukan solusinya, aku bukan dewa, boro-boro membantumu menyelesaikan kebingunganmu, aku juga punya segudang kebingunganku. Tapi satu yang pasti kujanjikan padamu, telinga dan bahu ini! Aku tau betapa leganya ketika bisa membuka topeng dan memandang wajahmu di cermin. Berharap keluar dengan wajahmu dan tak perlu lagi basa basi busuk itu, walau akhirnya lagi-lagi kamu,dia,aku dan mereka kalah dengan keadaan yang ada. Maaf aku tak punya kambing hitam lain untuk disalahkan.
Sekian surat pendekku untukmu.. Jadi lain kali jangan sambut aku dengan senyum getirmu sobat! Membuatku menjadi semakin satir dan serba salah. Aku lebih memilih menangis bersamamu ketimbang kita berbicara kata-kata satir dan tersenyum getir. Seandainya tak ada lagi kata yang bisa keluar dari mulutmu karena penuhnya hatimu, cukup datang dan biarkan aku memelukmu. Biar semua terselesaikan dalam tangis! Kadang air mata bercerita lebih jujur ketimbang kata-kata..
Kuning, jangan tersenyum jika kamu tak mampu!
Siapa bilang kuning tak boleh menangis?
gambar dari sini
Bandung,2010-01-07
ivy
*biru yang sedang coba menyemangati kuning!
Kamu tau di mana mencariku!
•January 6, 2010 • 3 CommentsAku tak pernah jauh darimu, aku hanya menepi dan berdiam di pojok. Aku begitu senang berada di antara dinding-dinding, memberikanku perasaan nyaman yang tak dapat kuceritakan. Sama halnya dengan kamu yang begitu senang ada di tengah kerumuman dan selalu dikelilingi oleh banyak orang. Kita hanya punya tempat favorit yang berbeda.
Aku tak pernah jauh darimu, aku hanya menepi dan berdiam di pojok. Agar kamu punya lebih banyak ruang untuk bergerak dan berinteraksi. Bukankah kamu begitu senang melakukan hal itu sobat? Aku terkadang takut terlalu lama berada di tengah bersamamu, takut terlena dengan dunia glamor yang kupastikan bukanlah pilihanku. Aku senang ada di antara tembok-tembok kokoh yang pasti dan tak pernah berbohong, yaa.. mungkin aku punya sedikit kesulitan untuk percaya dengan sekelilingku melebihi tembok-tembok itu. Aku terlalu pengecut! Aku takut dikhianati, aku takut terluka!
Sekarang sepertinya kamu terluka (kembali) dan terlihat kuyuh di sana! Mari ke sini.. Aku tak menawarkan solusi, hanya menawarkan tempat yang tak butuh konklusi. Tempat berdiam yang harusnya sejenak, lalu kembali melanjutkan hidupmu. di pojok ini masih ada tempat untuk seorang kamu dan merekatkan kembali hatimu yang tak berbentuk itu.
Akh..aku tak berani berbicara terlalu frontal tentang hatimu,toh hatiku tak lebih kuat dari punyamu. Kita tau sobat, hati kita sama-sama rapuh! Hanya saja kamu jauh lebih berani dan antusias ketimbang aku! Kamu memandang semuanya dari segi positif sedang aku melihatnya dari seberangnya. Mungkin hal itu juga yang membuatku masih tetap tersudut di sini, sedang kamu telah berdansa ria di sana dan (kembali) terluka.
Aku berpikir dan hanya selalu berpikir tanpa pernah mengambil langkah untuk bergerak. Ntah la! Ntah sampai kapan aku akan terus berada di pojok-pojok dingin ini sambil terus berpikir. Aku hanya berharap ada seseorang yang menyadari keberadaanku dan menarik paksa diriku. Terdengar lucu memang! Menggantungkan harapan pada orang lain, padahal belakangan ini hal itu paling benci aku lakukan. Sudahlah…
Atau mungkin ada cahaya biru indah gemerlap di tengah kerumunan itu yang bisa membuatku terpukau dan beranjak untuk mengejarnya. Berharap hal itu benar-benar ada, atapun jika itu mimpi, biarkan aku mengkhayal dalam sadarku. Setidaknya hal itu bisa membuatku bergerak, membuat benda kecil itu kembali merasakan sensasi yang telah lama dilupakannya.
Ya..mungkin hanya sekejap,
namun sekejap pun tak apalah..
Aku rindu kembali mengecapnya,
lalu apapun yang terjadi tak apalah..
Seperti yang telah kamu lakukan selama ini! Karena aku orang yang paling tau sudut itu tak pernah lari ke mana.
Apapun yang kelak akan terjadi pada kita, kamu tau di mana mencariku! Sebagian diriku telah kutinggalkan di antara tembok-tembok itu. Dan kuharap saat kita kembali bertemu di sana, kita telah membawa aku yang lebih tegar dan cerita-cerita baru yang manis namun siap untuk selalu dikenang.
Kamu tau di mana bisa mencariku! Cukup melonggok…
gambar dari sini
Bandung,2010-01-06
ivy
*biru dalam radang tenggorokan sdkt curhat!
Curhat tahun baru untuk nona
•January 4, 2010 • Leave a CommentNona apa kabarmu? Ini tahun baru izinkan aku mengucapkan selamat tahun baru padamu. Terima kasih nona telah menemani hari-hariku setahun kemarin. Terima kasih selalu menyediakan bahu dan telinga untukku menjadi diriku di hadapanmu. Yaa..memang hanya di depanmu aku bisa berpasrah dan melepas semua topeng ini nona!
Kadang aku lelah nona! Sungguh lelah untuk terus memikul berat na topeng ini. Jadi sedang kupertimbangkan untuk melonggarkan semua ikatan yang mengingatku nona. Mungkin tahun 2010 adalah waktu yang tepat untuk mulai lebih ramah dan lebih bersahabat dengan diri. Ntah..mungkin juga, aku hanya mencari-cari alasan untuk bisa melakukannya. Tapi apapun alasannya, aku ingin mencoba!
Nona sebenarnya aku masih bingung dengan hal itu, masih belum bisa disebut yakin dengan keputusan itu. Tapi bukankah tak ada yang pasti di dunia ini selain semuanya tak pasti nona? Akh..aku mulai berfilsafat! Seperti kata orang-orang pintar lainnya nona, jika aku menunggu semuanya pasti, mungkin aku tak akan melakukan apapun. Seperti yang telah terjadi akhir-akhir ini. Aku diam? Walau tak sepenuhnya begitu, sedih mengakuinya.. Memang selalu ada harga untuk setiap pilihan! “Everythins has there’s own price.. “
Jadi sekarang kusudahi saja berpikir dan berharap! Sepertinya sebaiknya aku mulai bertindak, aku takut kalau-kalau aku melewatkan banyak hal untuk sebuah rasa yang kulabeli dengan “idealisme”. Sepertinya banyak hal-hal lain yang juga tak kalah pentingnya dengan hal itu. Dan waktu adalah salah satu hal yang membuat semuanya melebur dan melonggar. Doakan saja aku nona! Semoga semua akan baik-baik saja! Atau mungkin kupinta kekuatan hati dan ketabahan bagiku kalau dan hanya kalau aku salah dan semua menjadi bertambah parah. Huff.. Lihat nona?! Lagi-lagi aku begitu pesimistis! Bagaimana mungkin aku berhasil, jika dari awal aku selalu memikirkan kalah?
Sebenarnya aku hanya takut jatuh nona! Takut kalau kalau anganku terlau tinggi dan tak tergapai olehku. Tapi akhirnya aku mengerti nona, tanpa mimpi aku tak akan bisa bergerak. Jatuh itu terkadang butuh untuk membuatku lebih yakin bahwa aku ini hidup! Sehingga kuputuskan tak lagi berpikir dan berkeinginan tapi mulai melihat kenyataan dan bergerak. Sekali lagi kumohon dukuganmu nona! Yakinkan aku ketika kakiku mulai tak bertapak!
Untuk masalah yang satu lagi, ntah.. Aku sendiri tak tau bagaimana cara mencarinya! Aku ingin merasakan kembali getaran-getaran itu, merasakan lagi tarikan dan segatan yang selalu membuatmu merasa lebih bergairah di banding sebelumnya. Aku ingin, bukannya tidak! hanya aku lupa bagaimana cara merasakannya.. Sepertinya terlalu lama kubungkam benda kecil itu, hingga lupa ia bagaimana caranya untuk kembali berdetak.
Doakan juga benda kecil itu nona! Agar cepat ia pulih dan kembali bisa menghidupiku yang terlihat hidup ini!
Bandung,2010-01-03
ivy
*biru yang bingung,hy ingin bercerita
Ini (bukan) resolusi
•January 1, 2010 • Leave a CommentAku tak ingin menuliskan segala resolusiku tahun ini di selembar kertas..
aku ingin mengukirnya di tanah liat lalu kujemur dan kubiarkan mengeras..
aku tak ingin terlalu ribut dan gembar gembor menyuarakan petisiku..
aku ingin meneriakkannya ke dalam dan membangunkan bagian tidur diriku..
aku tak ingin mengacungkan tangan sebagai tanda aku telah bersumpah..
aku ingin mgatupkan tangan di dada meminta kekuatan seandainya kelak aku kalah..
aku tak ingin berbangga dengan semua list dan petatah petitih yang telah dibuat..
aku ingin membisiki hatiku lembut agar mampu membantuku menjadi lebih kuat..
Bandung,2010-01-01
ivy
*biru mencoba merangkum inginnya dalam kata,walau ternyata tak bisa
Jakarta bau mesiu..
•January 1, 2010 • Leave a Commentgambar dipinjam dari sini
Di tengah kebisingan bunyi terompet! Riuh renyahnya kembang api yang berlomba-lomba menghiasi langit jakarta, aku dengan daster lusuhku memandang langit semesta ditemani dengan bulan purnama yang begitu indah. Sambil sedikit merenung…
Berharap kita bukan hanya heboh menyemarakan langit pada hari baru ini, tapi lebih peduli untuk menata kembali diri kita, berkaca dan mempercantik hati.
Berharap kita bukan hanya ribut meniupkan terompet tahun baru, tapi lebih membuka mata batin dan telinga untuk sekitar kita dan lebih mau mendengarkan..
Berharap kita bukan hanya menyemprotkan mesiu di mana-mana, tapi lebih peduli untuk membuat diri kita wangi dengan segala perbuatan dan kata-kata yang lebih dicermati.
Berharap kita bukan hanya bersenang-senang dengan segala makanan yang ada, tapi lebih menghargai kebersamaan yang tak bernilai harganya.
Berharap semua ritual tahun baru bukan sekedar ritual agar tak kalah pamer atau jatuh pamor, tapi benar-benar diamini dan diimani lahir dan batin!
Semoga semua euforia tahun baru ini juga bisa kita gunakan untuk memperbaruhi diri kita masing-masing! Serta berdoa tahun baru ini diisi dengan hal-hal yang lebih baik dr sebelumnya.
Berharap akan selalu ada awal yang indah untuk semua yang kita akhiri, amien!
Happy New Year 2010 !
Jakarta,2010–01-01 ( 00.11 am)
ivy
*biru ingin berbagi perenungan!




Recent Comments